Cara Mengajari Anak Disiplin Tanpa Marah

Orang tua seringkali dibuat bingung saat harus mengajari anak disiplin. Biasanya kendala utama mengajari anak untuk disiplin adalah mengenai cara melakukannya. Saat orang tua melakukannya dengan lembut, anak susah dibuat mengerti. Sementara saat orang tua melakukannya dengan keras, anak justru merasa takut. Saat anak merasa takut, psikologisnya bisa tertekan. Sehingga usaha Anda mengajarkan disiplin tidak akan berhasil.
Mengajari anak disiplin tidak hanya berkaitan dengan anak. Sebagai orang tua, Anda juga harus melakukan usaha semaksimal mungkin untuk membuat buah hati mampu berdisiplin. Salah satu cara untuk memudahkan Anda mengajari anak disiplin adalah dengan menjalin kedekatan dengan anak. Anda tidak bisa memintanya disiplin sementara Anda sama sekali tidak dekat dengan anak. Selain menjalin kedekatan dengan anak, kelima hal berikut ini juga harus Anda lakukan untuk mengajari anak berdisiplin.

  • Memantau tumbuh kembang anak
    Saat menjadi orang tua, Anda tidak hanya harus mapan secara finansial. Anda juga harus mapan secara mental sehingga siap merawat sekaligus mendidik anak. Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui setiap fase tumbuh kembang anak. Dengan mengetahui setiap fase tumbuh kembang anak, mengajarkan disiplin sejak dini dapat dilakukan dengan mudah. Semisal anak telah berusia 2 tahun, Anda dapat mulai mengajarinya disiplin dengan hal-hal kecil seperti membuka dan menutup tas sendiri. Anda juga dapat mulai mengajarinya untuk membuka dan menyimpan kaos kaki serta sepatu miliknya sendiri.

  • Memberikan apresiasi
    Apresiasi atau memberikan penghargaan sangat penting selama Anda mengajari disiplin pada anak. Saat anak melakukan hal yang Anda minta, orang tua harus menghargainya dengan memberikan pujian atau kata-kata positif lainnya. Saat anak berhasil memakai baju sendiri atau saat dia menyimpan sepatu di rak sepatu, Anda harus memujinya dengan baik. Sehingga anak senang dan tidak keberatan untuk melakukan hal baik tersebut berulang-ulang. Jika selama proses belajar disiplin ini, anak melakukannya lebih lama, Anda harus tetap menghargainya. Berikan kesempatan pada anak untuk bisa melakukannya dengan cepat dan benar. Jangan membantunya jika Anda merasa anak terlalu lama melakukannya. Tuntunlah anak untuk melakukannya dengan baik dan cepat.

  • Berikan batasan
    Saat orang tua menerapkan disiplin, Anda juga sekaligus harus membuat aturan dan batasan yang jelas. Aturan dan batasan ini harus Anda jelaskan kepada anak selama mengajarinya disiplin. tidak perlu melakukannya dengan keras, cukup sampaikan pelan-pelan secara bertahap. Anda sebagai orang tua tidak serta merta menerapkan disiplin tanpa belajar. Demikian pula dengan batasan yang Anda buat juga harus dimengerti anak secara bertahap pelan-pelan. Sehingga anak tidak sembarangan saat menerapkan disiplin melainkan dengan aturan dan batasan yang Anda berikan.

  • Orang tua sebagai contoh
    Mengajari anak disiplin tidak hanya dengan kata-kata. Nasihat berulang-ulang saja juga tidak cukup dilakukan untuk mengajari anak disiplin. Anda sebagai orang tua harus menjadi contoh nyata bagaimana disiplin dilakukan. Berikan contoh dengan baik bagaimana disiplin diri sendiri dilakukan. Semisal dengan menyimpan sepatu pada rak sepatu. Atau menyimpan topi dan dasi sekolah di tempat yang telah ditentukan. Bagi anak, contoh yang diberikan orang tua berulang-ulang akan lebih lama tersimpan dan membekas. Mereka akan meniru contoh yang diberikan orang tua dan membuat dirinya secara otomatis disiplin.

  • Pembiasaan
    Pelajaran yang dilakukan dengan pembiasaan akan lebih mudah dilakukan. Anda dapat menggunakan cara pembiasaan ini untuk mengajari anak disiplin. Satu sikap disiplin yang dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan yang membuat anak melakukannya hingga dewasa. Misalnya Anda ingin mengajari anak cara melepaskan sepatu dan menyimpannya di rak sepatu, Anda dapat mencontohkannya langsung. Lakukan hal tersebut berulang-ulang keesokan harinya dan seterusnya setiap kali anak pulang sekolah. Secara tidak langsung mengajari anak disiplin ini akan menjadi kebiasaan yang dilakukan anak setiap hari hingga dewasa.