2014-08-19_214315

Bagi para wanita yang baru saja mengetahui kalo dirinya hamil pasti penasaran dengan berapa sebenarnya usia kehamilanya. Terkadang banyak wanita yang suka menebak-nebak usia kehamilanya. Kebanyakan dari mereka mengira-ngira dari masa haid yang mereka alami.tetapi hasil metode itu akurasinya tidak setepat hitungan medis.

Berikut adalah beberapa contoh Cara Menghitung Usia Kehamilan Anda :

# Metode Kalender

Penggunaan metode ini membutuhkan pengetahuan mengenai siklus haid yang anda alami. Perlu diingat siklus haid wanita satu dengan yang lainya tidak sama. Bagi anda yang memiliki siklus haid teratur 28 / 30 hari bisa menggunakan metode ini caranya yaitu anda harus tahu tanggal berapa mulai dan berakhir nya haid. Dengan cara menghitung tanggal terakhir haid +7, kemudian bulan -3 tahun ditambah dengan angka 1. Hasil nya itu adalah perkiraan anda akan melahirkan.

# Metode Meraba Fundus Uteri (Puncak Rahim)

Metode ini sering digunakan oleh bidan ataupun dokter dengan meraba bagian fundus uteri atau rahim sang ibu terutama pada bagian yang menonjol di area dinding perut. Biasanya dimulai dari tulang kemaluan sang ibu.

# Metode Mendeteksi Gerakan Janin

Jika ibu merasakan gerakan janin anda maka bisa dipastikan kalo janin anda sudah berada pada usia 18- 20 minggu. Ini berlaku bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Tetapi untuk kehamilan berikutnya, biasanya janin akan mulai bergerak pada usia kehamilan memasuki usia minggu ke 16 – 18 minggu.

# Metode USG (Ultrasonografi)

Nah ini metode yang paling mudah dan yang paling banyak dikenal para ibu hamil. Karena ibu tinggal mengeceknya saja ke dokter 😀 .cara ini paling banyak digunakan para bidan dan dokter masa kini, karena akurasi dari USG  ini bisa mencapai 95% dengan dilengkapi gambar 3 dimensi. Dengan menggunakan cara ini ibu bisa melihat perkembangan janin, mendengar detak jantung mengetahui gangguan pada kehamilan agar bisa segera diatasi.

Semoga beberapa cara menghitung usia kehamilan ini bisa bermanfaat untuk anda.