Category: Kesehatan

Menu Makanan Wajib untuk Ibu Menyusui

makanan wajib ibu menyusui

Ibu menyusui itu perlu menjaga tubuhnya tetap sehat. Salah satu caranya tentu dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Anda tentu tahu bahwa menu makanan sehat sangat mempengaruhi kualitas ASI. Dengan demikian makanan yang masuk ke tubuh bukan hanya itu kesehatan ibu, tapi juga buah hati yang baru saja lahir.

Nah bicara soal makanan sehat, berikut ada beberapa menu yang sangat baik untuk ibu menyusui. Anda bisa mengkombinasikan makanan tersebut setiap hari agar tak bosan. Sebisa mungkin hadirkan makanan-makanan di bawah ini jadi menu wajib Anda. Selengkapnya mari kita bahas satu per satu.

Ikan Salmon

Salmon sering dibilang sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui. Kandungannya kaya beragam nutrisi penting termasuk DHA. DHA ini berguna untuk perkembangan sistem saraf bayi. Sebenarnya ASI sendiri sudah mengandung DHA. Dan DHA tambahan dari salmon bisa meningkatkan nutrisi pada ASI sehingga lebih optimal. Selain itu salmon juga membantu mengurangi risiko terkena baby blues.

Daging Sapi Tak Berlemak

Bila Anda butuh banyak energi sebagai ibu menyusui, maka konsumsilah makanan yang kaya zat besi seperti daging tanpa lemak. Zat besi efektif menambah energi dan bila kekurangan akan menguras energi. Hasilnya Anda akan kewalahan beraktivitas sebagai ibu menyusui. Dapatkan juga protein tambahan dan vitamin B12 dari daging tak berlemak.

Telur

Bagian kuning telur terbilang baik untuk ibu menyusui. Ada sumber vitamin D alami pada kuning telur. Nutrisi tersebut membantu tulang Anda tetap kuat dan pertumbuhan tulang bayi. Telur juga dipercaya sebagai makanan sederhana termudah untuk mencukupi kebutuhan protein. Anda bisa merebus, didadar atau diolah bersama menu makanan sehat lainnya.

Produk Susu Renda Lemak

Susu, keju dan yoghurt, pilih salah satu atau ketiganya untuk jadi menu makanan sehat sehari-hari. Susu dan produk olahannya sangat bermanfaat untuk ibu menyusui. Sejumlah nutrisi seperti vitamin B, D, protein dan kalsium terbaik ada di susu.

Nutrisi tersebut bisa menjaga tubuh ibu tetap sehat dan membantu pertumbuhan buah hati. Khususnya untuk perkembangan tulang. Jadi sertakan sekitar 3 cangkir susu setiap hari di daftar menu makanan harian Anda.

Gandum, Beras Cokelat atau Beras Merah

Selain sehat untuk Anda dan bayi, jenis beras ini juga bagus untuk program diet ibu. Pasca melahirkan Anda pasti mencari berbagai cara mengembalikan bentuk tubuh dan mengurangi asupan karbohidrat. Namun cara yang dianjurkan umumnya berisiko pada kualitas ASI yang diberikan ke bayi. Untuk menyiasatinya makanlah jenis karbohidrat lain seperti gandum, beras merah atau beras cokelat. Selain itu, roti gandum juga mengandung asam folat yang penting untuk bayi.

Sayuran Hijau

Bayam, kangkung, brokoli dan sebagainya merupakan sayuran hijau yang menyehatkan. Sayuran mengandung banyak vitamin A, zat besi, dan kalsium non susu yang sangat diperlukan bayi lewat ASI. Selain itu makanan ini juga rendah kalori dan bisa jadi antioksidan yang baik.

Jeruk

Buah satu ini terbilang sangat umum dan mudah ditemukan dimana-mana. Seperti diketahui jeruk kaya vitamin C dan ibu menyusui sangat butuh vitamin ini dalam jumlah cukup besar. Anda bisa memakan jeruk dengan cara berbeda sesuai selera. Bisa dikupas dan makan langsung, di jus dan sebagainya. Sangat dianjurkan mengolah jeruk sendiri di rumah. Tapi bila sangat sibuk boleh membeli olahan jeruk di supermarket dengan memperhatikan komposisinya terlebih dahulu.

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Ibu Menyusui

ibu menyusui

Ibu menyusui wajib tahu beberapa hal ini. Utamanya bagi mereka yang baru jadi ibu muda dan sedang menunggu proses kelahiran buah hati. Lazimnya, Anda seorang ibu muda mengumpulkan beragam informasi penting dan menarik seputar ASI, menyusui dan sebagainya.

Dari informasi tersebut, Anda bisa melakukan persiapan dan siap memberikan ASI eksklusif saat si kecil lahir. Kumpulkan banyak informasi tersebut saat masih hamil Karena Anda tak aka punya banyak waktu untuk mencari info saat buah hati telah lahir ke dunia.

Para pakar kesehatan kerap menginformasikan bahwa menyusui adalah cara terbaik dalam memberikan makanan untuk bayi baru lahir. Ibu harus berkomitmen memberikan ASI ekslusif hingga bayi cukup umur untuk makan dan minum. Nah, selama proses menyusui itu Anda akan mengalami hal-hal di bawah ini. Tak perlu risau, karena hal beriku umum terjadi, di antaranya:

Menyusui Tak Semudah Kelihatannya

Menyusui buah hati memang hal alami, tapi pelaksanaannya tidak segampang itu. Ada tata cara bagaimana menyusui dengan tepat dan aman untuk si kecil. Hal ini pun kadang masih susah dilakukan ibu yang sudah punya 3 anak. Naluri ibu dan pengetahuannya akan ASI harus benar-benar dipraktikkan, demi memberikan yang terbaik untuk bayinya.

Selain itu, Anda yang masih awam perlu tahu bahwa menyusui itu menyakitkan. Ibu harus tangguh menghadapi tekanan setiap akan memberikan ASI. Menahan rasa sakit dan memastikan posisi bayi yang benar adalah prioritas utama ibu. Jadi rasa sakit itu sudah jadi hal biasa seiring perjalanan waktu ibu menyusui.

Membutuhkan Banyak Dukungan

Anda pasti pernah mendengar atau mengalami sendiri kondisi dimana ASI tidak mau keluar. Di beberapa kasus ada yang ASI-nya mendadak berhenti atau sudah habis. Hal ini kerap terjadi dan Anda butuh konsultasi dengan dokter Anda.

Namun, umumnya ASI berhenti karena ibunda mengalami stres. Itulah kenapa seorang ibu membutuhkan banyak dukungan dari orang-orang tercinta dan lingkungan sekitarnya. Mulai dari suami, keluarga, teman, rekan kerja hingga dokter.

Hambatan Ibu Menyusui di Tempat Umum

Ketika berada di rumah tentu sangat mudah memberikan ASI ekslusif tepat waktu. Tapi lain halnya bila Anda sedang berpergian atau sedang berada di lokasi umum. Tidak semua tempat menyediakan fasilitas umum untuk ibu menyusui. Sedangkan Anda memerlukan privasi untuk memberikan ASI pada si kecil.

Ini hambatan yang banyak dialami dan perlu Anda temukan solusinya. Misalnya menyediakan ASI dalam botol sementara waktu. Jika harus menyusui langsung jangan memilih toilet. Itu kotor dan lebih dianjurkan mencari tempat terbuka yang bersih.

Namun diluar kesusahan dan rasa sakit di atas ibu menyusui membawa banyak manfaat. Studi terbaru menemukan bahwa ibu menyusui jauh lebih berpeluang terhindar dari kanker dan diabetes. Dalam jurnal yang dimuat di Annals pf Internal Medicine mengatakan kegiatan menyusui membuat tubuh sang ibu mengalami peningkatan metabolisme hingga sensitivitas insulin.

Begitu juga dengan hasil studi yang dimuat di Annals of Oncology. Di sana menyebutkan ibu menyusui lebih renda terkena beberapa jenis kanker payudara. Hasil dari studi ini tentu sangat bermanfaat bagi ibu yang khawatir saat waktu menyusui tiba.

Menurut dr Marjorie Greenfield, profesor kebidanan dari Cleveland, Ohio mengatakan penemuan hasil studi ini bisa memotivasi ibu untuk memberikan ASI ekslusif. Ketika ibu menyusui dalam jangka waktu lama, maka setahun masa menyusui bisa menurunkan risiko terkena kanker hingga 4,3 persen. Berikan yang terbaik untuk buah hati dan tetap relaks ketika Anda jadi ibu menyusui.

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Selama Menjadi Ibu Menyusui

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Selama Menjadi Ibu Menyusui

Apakah Anda mengetahui mengenai beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari selama menjadi ibu menyusui? Pada ilmu kesehatan memang tidak ditemukan mengenai makanan yang menjadi pantangan untuk ibu yang sedang menyusui. Namun tahukah Anda bahwa ketika menyusui memang ada beberapa makanan dengan aroma dan rasa makanan yang tajam sehingga dapat mempengaruhi selera bayi untuk mengkonsumsi ASI. Banyak bayi yang menolak mengkonsumsi ASI setelah ibunya mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu. Sehingga ada baiknya apabila saat menyusui seorang ibu mulai mengetahui beberapa jenis makanan atau minuman tidak sehat yang sebaiknya dihindari.

Adapun beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari selama menjadi ibu menyusui yaitu :

  • Alkohol

Salah satu minuman yang sangat berbahaya dan sebaiknya tidak dikonsumsi terlebih saat hamil dan ibu menyusui. Hal ini karena alkohol adalah jenis minuman keras yang dapat berakibat pada efek samping yang dirasakan oleh bayi. Beberapa efek samping ketika ibu mengkonsumsi minuman beralkohol adalah pening, bayi tidur diluar batas normal, tubuh bayi loyo dan mengantuk.

  • Kafein

Untuk ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein yang berupa teh, kopi dan minuman bersoda. Hal ini karena pada bayi yang menyusui sedangkan ibunya mengkonsumsi minuman berkafein akan menyebabkan bayi mudah rewel, marah dan sulit tidur. Untuk itu sebaiknya ibu yang menyusui menghindari minuman berkafein. Dampak lainnya yang lebih parah adalah bayi mengalami iritasi pada lambung. Iritasi pada lambung ini diakibatkan karena sistem pencernaan bayi yang belum sempurna.

  • Makanan yang mengandung gas

Anda sebaiknya menghindari konsumsi makanan bergas terlebih apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Dengan mengkonsumsi makanan bergas ini akan menyebabkan bayi Anda akan merasa kembung dan buang angin secara berlebihan. Beberapa jenis makanan yang mengandung gas antara lain yaitu kacang hitam, paprika, kubis, brokoli dan masih banyak lainnya.

  • Buah yang menyebabkan ruam popok

Untuk menghindari ruam di popok ada baiknya tidak mengkonsumsi jeruk. Saat ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi buah jeruk ini karena asamnya dapat mengakibatkan beberapa iritasi pada bayi. Selain ruam popok juga akan berpengaruh pada perut bayi iritasi, rewel, diare hingga ruam popok. Selain buah jeruk ada baiknya menghindari berbagai jenis buah sitrus lainnya dan apabila ingin mendapatkan vitamin C bisa dari buah lainnya. Beberapa buah yang menghasilkan vitamin C yang terbaik dari kiwi, jambu biji, mangga dan pepaya.

  • Makanan pedas

Makanan pedas juga sebaiknya tidak dikonsumsi sebaiknya menghindarinya untuk sementara waktu. Terkadang ada ibu menyusui yang mengkonsumsi makanan pedas akan membuat bayi rewel, mengalami diare dan tidak tenang. Untuk itu alangkah baiknya apabila Anda menghindari makanan pedas.

  • Bawang putih

Ada baiknya menghindari bawang putih untuk sementara waktu. Namun apabila Anda mengkonsumsinya sebaiknya berilah jarak hingga dua jam sebelum menyusui. Hal ini karena bawang putih dapat mengubah rasa ASI dan hilang pada jangka waktu dua jam.

  • Susu dan produknya

Apabila ibu mengkonsumsi susu dan produknya misalnya saja Keju, yogurt dan masih banyak lainnya. Terkadang bayi akan mudah muntah ketika mengkonsumsi ASI Anda sehingga alangkah baiknya apabila Anda menghindari susu dan produknya.

Makanan dan Minuman diatas tidak selalu sama efeknya bagi ibu menyusui dan bayinya. Terkadang ada bayi yang daya tahan tubuhnya lebih bagus dan tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Setelah Anda mengetahui mengenai hal tersebut mulailah menghindari apa saja yang menjadi pantangan ketika ibu menyusui dan mengenali bayi Anda. Dengan cara tersebut anak akan tumbuh sehat, cerdas dan ceria setiap harinya. Semoga bermanfaat

Gizi yang Membantu dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Gizi yang Membantu dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Apakah Anda ingin mengetahui mengenai gizi balita yang membantu dalam meningkatkan kecerdasan anak yang sebaiknya kita ketahui? Anak yang cerdas didukung dengan makanan yang mengandung nutrisi yang cukup dan faktor genetik. Untuk itu makanan yang baik dan mengandung gizi yang banyak harus diketahui para ibu yang memiliki anak balita. Beberapa jenis makanan yang bernutrisi baik adalah makanan yang ada sehat yang mengandung berbagai jenis kandungan nutrisi. Dengan memberikan nutrisi yang banyak pada periode awal perkembangan yaitu usia balita akan menstimulasi kecerdasan otak anak Anda. Untuk itu untuk lebih jelasnya alangkah baiknya apabila Anda mengetahui mengenai jenis nutrisi atau gizi balita yang membantu dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Adapun gizi balita yang membantu dalam meningkatkan kecerdasan anak yaitu

AA dan DHA

Jenis nutrisi ini adalah lemak esensial yang sangat dibutuhkan tubuh dan tidak bisa dihasilkan oleh tubuh dari dalam. Sehingga hanya bisa didapatkan dari makanan yang terdapat diluar yang biasanya terkandung di beberapa jenis ikan salmon, mackarel, daging, tuna dan masih banyak lainnya. AA dan DHA ini apabila dikonsumsi secara cukup pada usia anak usia balita akan membantu dalam meningkatkan kecerdasan dan pembentukan cabang sel syaraf lainnya.

Asam lemak omega 3,6 dan 9

Asam lemak omega 3, 6 dan 9 ini memiliki kandungan yang sangat baik untuk tubuh balita Anda. Hal ini karena menurut penelitian yang dilakukan apabila anak-anak diberikan nutrisi ini saat ujian maka akan mendapatkan hasil ujian yang baik dan membantu dalam mengatur perilaku anak. Maka tak aneh apabila nutrisi yang baik ini digunakan untuk membantu terapi anak yang memiliki masalah hiperaktif, gangguan mental, depresi dan masih banyak lainnya. Beberapa jenis makanan yang mengandung omega 3 yaitu ikan salmon, tuna, kacang walmut, sayuran berdaun hijau dan masih banyak lainnya. Untuk contoh makanan yang mengandung omega 6 yaitu minyak jagung, minyak kedelai, biji bunga matahari dan minyak canola. Sedangkan contoh makanan yang mengandung omega 9 yaitu minyak zaitun.

Tyrosine

Zat tyrosine ini adalah jenis asam amino yang sangat penting. Kandungan nutrisi ini akan membantu anak dalam proses pengendalian diri, konsentrasi anak, emosi dan perilaku anak. Tyrosine ini terdapat pada keju, hati ayam, alpukat, pisang, ragi dan daging.

Vitamin B

Konsumsi beberapa jenis makanan yang banyak mengandung vitamin B yang dapat membantu dalam meningkatkan perkembangan otak. Apabila Anda sering lupa maka biasanya hal ini diakibatkan karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B. Pada vitamin B komplek banyak terdapat pada daging, telur dan bayam. Biasanya apabila seseorang kekurangan vitamin B maka biasanya akan dirasakan berubahnya suasana hati, kerusakan syaraf, kehilangan memori dan keterlambatan mental. Beberapa contoh makanan yang banyak mengandung vitamin B yaitu daging sapi, kambing, domba, ikan, wortel, kacang-kacangan dan biji bunga matahari.

Zat besi

Anak balita akan lebih baik untuk memperbanyak makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang mengandung zat besi akan memberikan dampak positif berupa peningkatan kecerdasan atau IQ, menghindari anemia dan masih banyak lainnya. Beberapa asupan makanan yang mengandung zat besi yaitu bayam, telur, daging sapi, kacang kedelai, kacang lentil dan masih banyak lainnya. Dengan memperhatikan mengenai gizi balita akan membuat anak Anda semakin sehat dan cerdas.