Pada saat seorang wanita hamil pasti banyak sekali pertanyaan terlintas dipikiran tentang apa-apa saja yang tidak boleh dan apa saja yang boleh. Pada masa kehamilan ini, sebagai ibu hamil maka dia tidak akan memikirkan tentang dirinya sendiri tetapi juga janin yang ada di dalam kandungannya, Baik itu dalam mengkonsumsi makanan, minuman dan yang lainnya. Seperti halnya wanita yang yang tadinya sebelum hamil suka sekali mengkonsumsi jamu, akan tetapi untuk sekarang pada waktu mereka hamil pasti terlintas dipikiran apakah boleh ibu hamil minum jamu?

Jamu adalah minuman tradisional sejak jaman dulu yang berkhasiat bagi kesehatan, dan juga jamu dapat dikonsumsi oleh siapa saja dari usia anak-anak hingga orang tua lanjut usia. Bahan-bahan untuk membuat jamu berasal dari tumbuh-tumbuhan atau herbal dan tanpa kandungan bahan kimia. Untuk itu jamu dianggap aman dikonsumsi karena tanpa efek samping. Akan tetapi, bagaimana dengan ibu hamil? apakah boleh ibu hamil minum jamu? berbahayakah bagi perkembangan dan pertumbuhan janin? Untuk itu ada baiknya ibu mengetahui terlebih dahulu apa itu jamu dan beberapa informasi mengenainya. Berikut beberapa informasi mengenai jamu :

  1. Jamu terbuat dari bahan-bahan alami yaitu terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang tidak berbahaya. Jamu dapat dikonsumsi oleh siapa saja baik itu anak-anak maupun orang dewasa termasuk ibu hamil. Akan tetapi, jamu tetap tidak dianjurkan oleh dokter untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena belum ada penelitian terhadap efek yang akan terjadi pada janin.
  2. Jamu mempunyai manfaat menjaga kondisi kesehatan, bukan untuk mengobati gangguan kesehatan atau penyakit. Untuk itu, apabila anda sakit maka minumlah obat yang diberikan atas resep dokter.

Walaupun ibu hamil boleh mengkonsumsi jamu, tetapi belum ada penelitian terhadap efek apa yang akan terjadi pada janin. Untuk itu, ibu hamil harus memperhatikan beberapa tips dalam mengkonsumsi jamu seperti dibawah ini :

  1. Sebelum mengkonsumsi jamu, ibu harus mengetahui khasiat dari bahan ramuan jamu tersebut dan apa saja manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin.
  2. Pastikan bahan-bahan jamu yang akan diminum tidak mengandung racun. Karena ada beberapa jenis tumbuhan yang mengandung zat aktif yang bisa mengakibatkan kontraksi rahim, kelahiran prematur atau keguguran.
  3. Minum jamu sesuai takaran jangan berlebihan.
  4. Minum jamu sesuai petunjuk penggunaan, contohnya : diseduh bila berupa serbuk dan langsung diminum apabila berupa tablet.
  5. Minum jamu yang sesuai dengan usia kehamilan. Misalnya jangan minum jamu kunyit asam saat hamil muda karena bisa membersihkan dinsing rahim dan bisa mengakibatkan keguguran.
  6. Membuat jamu sendiri akan lebih segar dan fresh, dan terjamin bahannya.
  7. Apabila ibu hamil mengalami ketidakcocokan dalam mengkonsumsi jamu dengan ditandai dengan gejala pusing, mual, keringat dingin atau diare makan segera hentikan pemakaiannya.
  8. Apabila ibu hamil mempunyai penyakit magh maka jangan mengkonsumsi jamu.
  9. Apabila anda ingin mengkonsumsi jamu dengan membeli di toko maka pastikan bahwa toko tersebut menjual barang-barang yang asli mengingat jaman sekarang banyak jamu yang terbuat dari bahan-bahan palsu yang berbahaya bagi kesehatan.
  10. Apabila anda ingin menngkonsumsi jamu maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan anda.

Jamu memang sudah terkenal dan dipercaya secara turun-temurun sebagai minuman tradisional yang menyehatkan. Tetapi alangkah baiknya apabila anda tetap berhati-hati dan pintar dalam mengkonsumsi jamu selama hamil. Selalu konsultasikan apa-apa saja yang menjadi keluhan anda pada dokter, agar kondisi kehamilan anda terpantau, anda dan janin di dalam kandungan pun tetap sehat dan aman. Semoga artikel ini bisa membantu anda dan bermanfaat. Salam sehat selalu….