nutrisi bagi ibu hamil

Nutrisi Penting Untuk Ibu hamil

Seorang Ibu hamil, tentunya membutuhkan berbagai macam nutrisi penting agar tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungannya dapat tumbuh secara maksimal. Ada juga beberapa makanan yang mengandung nutrisi tertentu, agar tubuh ibu dan janin menjadi lebih sehat seperti :

  1. Kalsium
    Ibu hamil, tentunya sangat membutuhkan kalsium. Hal ini sangat baik untuk ibu dan tumbuh kembang sang janin. Dengan mengkonsumsi kalsium secara rutin, maka berbagai macam keluhan seperti sakit pinggang atau hal lainnya tidak akan terjadi  pada ibu, sekali itu nutrisi ini juga dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang janin, seperti peredaran darah, gigi, sistem syaraf, tulang, otak, dll. Apabila kebutuhan kalsium untuk janin tidak tercukupi maka kalsium akan diserap langsung dari tubuh ibu, dan jika dibiarkan akan mengakibatkan osteoporosis pada ibu akan lebih cepat. Jumlah kalsium yang dibutuhkan setiap hari sekitar 1000- 13000 mg, atau jumlah ini dapat disesuaikan dengan kondisi ibu. Kalsium dapat diperoleh dari susu dan produk olahannya.

  2. Zat Besi
    Zat besi sangat penting untuk ibu agar dapat memproduksi sel-sel darah merah dengan lebih baik, sementara untuk janin zat besi sangat dibutuhkan untuk perkembangan otot, memproduksi sel darah merah, perkembangan otak, juga mengurangi dampak kelahiran secara prematur dan berat badan yang rendah. Apabila seorang ibu hamil kekurangan zat besi akibatnya tubuh akan terasa lemas, bahkan mungkin mendadak pingsan. Rata-rata jumlah zat besi yang dibutuhkan ibu hamil setiap harinya sekitar 27mg, dan nutrisi ini  dapat diperoleh dari kacang-kacangan, daging merah, bayam, ikan, buah yang dikeringkan, dan makanan lainnya. Mengkonsumsi suplemen yang mengandung zat besi,  juga diperbolehkan.

  3. Folat dan Asam Folat
    Asam folat penting untuk proses pertumbuhan otak janin dan pembentukan tulang belakang, sedangkan bagi ibu asam folat bermanfaat untuk mencegah serangan jantung. Jika janin kekurangan asam folat maka dikhawatirkan akan terjadi sesuatu dengan proses pembentukannya. Jumlah asam folat yang dibutuhkan sekitar 600-800 mcg per hari. Alangkah baiknya nutrisi asam folat sudah tersedia minimal sebulan sebelum kehamilan.  Asam folat dapat Anda peroleh dari  sereal, roti, sayuran hijau, kacang polong jeruk, anggur, dll
    Asam folat juga dapat mencegah terjadinya kelainan pada tabung syaraf atau neural-tube defect. Mengkonsumsi asam folat sebelum hamil tentunya  terbukti dapat mengurangi resiko kerusakan otak, kerusakan tulang pada bayi, dapat mengurangi bayi lahir secara prematur dan berat badan yang rendah.

  4. DHA
    DHA adalah singkatan dari Docosahexaenoic Acid, dimana nutrisi ini termasuk salah satu lemak omega-3.  Nutrisi ini sangat penting untuk pertumbuhan otak janin, perkembangan penglihatan khususnya retina, bahkan DHA merupakan komponen lemak  yang utama di dalam otak.  Asupan DHA per hari memang belum dapat ditentukan, akan tetapi beberapa ahli sangat menyarankan untuk mengkonsumsi setidaknya 200- 300 mg per hari. Anda dapat memperoleh DHA dari susu, ikan laut, salmon, tuna, ikan kod, sarden, udang dan juga lele. Nutrisi ini juga terdapat pada aneka daging dan juga telur. Apabila Anda ingin yang praktis konsumsi saja minyak ikan.

  5. Protein
    Nutrisi penting lainnya adalah protein. Protein berfungsi untuk memberikan tenaga pada ibu dan janin, untuk menjalankan berbagai macam aktivitas.  Jumlah protein ideal per hari adalah 72 gr. Anda dapat memperoleh protein dari ikan, daging, telur, susu, kacang-kacangan, mentega, tempe, tahu, dll.  Apabila  janin kekurangan protein terutama pada trimester ke-2 dan ke-3 akan membuat tumbuh kembang janin tidak maksimal.

  6. Serat
    Serat sangat baik untuk sistem pencernaan dan juga menjaga daya tahan tubuh ibu dan juga Janin dari berbagai macam penyakit. Serat dapat Anda peroleh dari aneka sayuran dan buah-buahan. Ibu hamil juga sebaiknya menghindari mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung bahan pengawet dan juga MSG, karena akan berdampak buruk bagi pertumbuhan janin.