ibu melahirkan 1

Saya ingin berbagi cerita nih bunda mengenai saat-saat saya melahirkan putra kami yang pertama :D. Waktu itu Hari perkiraan lahir kehamilan saya 17 april 2013 menurut dokter kandungan saya. Berbagai persiapan sudah saya lakukan baik itu menjaga kesehatan, menjaga berat badan, suplemen vitamin sesuai saran dokter, melakukan olahraga ringan setiap pagi untuk melatih otot-otot untuk melahirkan karena katanya akan mempermudah pembukaan waktu melahirkan, begitu juga suplemen makanan yang gampang dikonsumsi saat saya membutuhkan pada waktu melahirkan dan juga saya tidak lupa mempersiapkan segala sesuatunya untuk calon anak kami.

Pada waktu itu HPL saya kurang dari dua minggu tepatnya tanggal 3 april 2013 sore hari saya melakukan cek kandungan di bidan desa saya, kehamilan saya waktu itu sudah mencapai 38 minggu dan alhamdulillah kata bu bidan kandungan saya sehat dan posisi bayi sudah siap. Pengecekan kehamilan saat mendekati HPL penting lho bunda agar semuanya siap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau bisa cek di dokter kandungan yang ada USG nya agar kita tahu bayi kita tidak ada kelainan pada air ketuban, posisi bayi atau yang lainnya agar bisa dilakukan tindakan yang tepat.

Pada tanggal 4 april jam 01.00 dini hari saya merasa ada cairan yang keluar, saya pikir itu adalah pipis, maklum saya baru pertama kali jadi kurang paham dan juga karena keluarnya tidak terasa sakit, dan cairan itu terus-menerus keluar eh ternyata itu adalah cairan ketuban yang keluar :D. Saya tidak langsung memberitahu keluarga dan posisi suami juga luar kota, saya hanya menghubungi suami lewat mesenger kalau saya merasa akan melahirkan dan suami saya pun langsung panik, dan bilang akan pulang. Tetapi waktu itu saya tidak mengijinkan langsung pulang karena masih dini hari dan posisi desa saya terpencil di pegunungan. Saya bilang untuk menunggu pagi saja.

Nah pada jam 02.00 saya merasa mulas terus saya BAB, dan setelah itu sekitar jam 02.30 saya membuat sereal dan sari kurma untuk mempersiapkan tenaga saya. Terus jam 3.00 saya mencoba untuk tiduran karena saya pikir biasanya proses melahirkan harus melalui pembukaan yang lama memakan waktu. Pada jam 03.00 itu saya merasakan kontraksi yang mana kontraksi tersebut lama-kelamaan terasa semakin kuat, saya mencoba untuk berjalan ringan tapi pada jam 04.00 saya sudah tidak bisa menahannya, akhirnya saya bilang pada ibu mertua saya, dan langsung saja ibu mertua saya telepon bidan terdekat untuk menjeput saya. Dan pada jam 04.30 mobil bidan datang membawa saya kerumah ibu bidan yang kebetulan tidak jauh dari rumah saya hanya beda RT saja. Pada waktu sampai di rumah bidan setelah di cek ternyata saya sudah pembukaan 7,  dan 15 menit kemudian di cek lagi saya sudah pembukaan 10 tepatnya pada jam 05.00 dan bu bidan menyarankan untuk segera mengejan waktu terasa kontraksi. Dan akhirnya pada jam 05.30 alhamdulillah putra saya lahir pada tanggal 4 april jam 05.30. Pada jam 06.00 lebih suami saya datang dari luar kota dan kaget putra kami sudah lahir dan tidak kebagian moment mendampingi istri melahirkan 😀 kaya suami lain. Tapi tidak apa-apa kami sangat bersyukur karena proses melahirkan lancar dan semuanya sehat. Alhamdulillah.

Demikian bunda pengalaman melahirkan saya di desa terpencil di pegunungan hihi…semoga bermanfaat dan menjadikan semangat untuk bunda yang sebentar lagi akan mempunyai momongan.

Usaha dan rutinitas yang kita lakukan untuk mempersiapkan melahirkan itu tidak akan sia-sia, saya sudah merasakan sendiri manfaatnya. Proses melahirkan lancar dan tidak lama. Jadi jangan malas menjaga kesehatan, melakukan olahraga kecil (jalan-jalan pagi misalnya) setiap hari dan selalu berdoa. Tetap semangat ya bunda, salam sehat selalu…